5 Cara Menjaga Suspensi Motor Selalu Optimal

5 Cara Menjaga Suspensi Motor Selalu Optimal

Suspensi motor berfungsi untuk meredam getaran saat kendaraan melewati jalanan yang tidak rata. Bila getaran tidak teredam dengan baik, hal tersebut akan berpengaruh pada komponen mesin dan bodi sepeda motor.

Suspensi juga sering dikenal dengan istilah shockbreaker. Suspensi terbagi atas dua jenis, yakni suspensi depan (front suspension) dan suspensi belakang (rear suspension).

Bacaan Lainnya

Front suspension berguna meredam getaran pada batang kemudi. Bagian suspensi depan terdiri atas silinder, tabung, torak, pegas, baut garpu, pegas reaksi, seal oli, dan seal debu.

Baca juga: Ini Dia Cara Memilih Lampu LED Motor

Sementara rear suspension bermanfaat untuk menahan beban sehingga lebih kuat dari front suspension. Komponennya adalah eye, piggyback, spring, piston road, dan shims and piston.

Ada beberapa cara merawat suspensi motor yang bisa kamu ikuti. Beberapa langkah perawatannya adalah sebagai berikut.

Bersihkan Suspensi Motor Berkala

Bersihkan Suspensi Motor Berkala

Suspensi motor harus dibersihkan secara berkala untuk menjaga performanya, apalagi kendaraan sudah menerjang banjir. Pasalnya, mesin yang sering terkena genangan air dan kotoran mampu menimbulkan potensi kerusakan pada shockbreaker.

Mencuci motor, khususnya bagian suspensi, akan mencegah masuknya butiran pasir dan debu ke bagian tabung. Apabila kotoran masuk ke bagian tabung, kebocoran oli mungkin saja terjadi.

Cara membersihkan bagian suspensi adalah dengan menyemprotkan air bersih dengan tekanan sedang. Lalu, gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok noda yang sulit hilang. Bilas dengan air bersih setelahnya.

Saat membersihkan shockbreaker, kamu tidak perlu mencopot komponen dari tempatnya. Bersihkan suspensi setiap 3 hari sekali, khususnya ketika musim hujan datang. Membersihkan suspensi dapat menghindari risiko korosi.

Ganti Oli Shock Tepat Waktu

Ganti Oli Shock Tepat Waktu

Jika oli shock mengalami penurunan, komponen lainnya akan mudah mengalami aus. Komponen yang sudah aus pun perlu dilakukan penggantian suku cadang.

Umumnya, berdasarkan standar pabrik, periode penggantian oli suspensi adalah saat kendaraan sudah menempuh jarak 20.000 km atau 2 tahun. Namun, ganti oli bisa lebih cepat dari kurun waktu tersebut jika kendaraan sering melewati jalan berlubang.

Jalanan yang tidak rata dan bergelombang mampu menurunkan umur oli. Tanpa adanya oli yang melapisi area suspensi, maka komponen kendaraan akan rentan patah.

Cara ganti oli shockbreaker bagian depan adalah dengan melepaskannya dari kendaraan. Bor memakai diameter 5 mm pada tempat oli bagian bawah. Las memakai kuningan mur berukuran 6 x 10 m pada lubang tersebut. Isi oli baru tutup memakai baut sebelum diberi ring tembaga.

Baca juga: Alasan Kenapa Mesin Motor Cepat Panas, Jarang yang Tahu!

Jangan Pasang Aksesori Pada Suspensi Motor

Jangan Pasang Aksesori Pada Suspensi Motor

Salah satu cara merawat suspensi motor berikutnya adalah tidak memasang aksesori pada bagian tersebut. Aksesori yang umumnya dipasang adalah anting yang berimbas pada bagian belakang motor akan tampak lebih tinggi.

Penambahan anting peninggi berdampak pada fungsi collar yang tidak dapat bekerja secara maksimal. Bila tetap memasangnya, hal ini akan membahayakan pengendara bahkan menimbulkan kecelakaan suatu saat nanti.

Hindari Membawa Barang Berlebihan

Hindari Membawa Barang Berlebihan

Suspensi motor bisa cepat turun kinerjanya bila kendaraan membawa beban yang berlebihan. Beban maksimum motor umumnya berkisar 140-170 kg atau 310 kg.

Cara menghitung beban maksimal motor ialah dengan menambahkan berat pengendara. Setelah itu, beban maksimal motor dikurangi total barang dan pengendara. Jika hasilnya negatif, itu artinya barang yang dibawa  telah melebihi batas maksimal.

Pada dasarnya setiap kendaraan bermotor memiliki batas maksimal berbeda-beda tergantung load index pada ban. Jika ban berukuran 80/90-14 TL 40S & 90/90-14 TL 46S, beban maksimum yang bisa ditanggung adalah 40 dan 46 kg.

Lebih Baik Lintasi Jalan yang Rata

Lebih Baik Lintasi Jalan yang Rata

Langkah paling sederhana dalam perawatan suspensi motor lainnya adalah sebisa mungkin menghindari jalan berlubang atau bergelombang. Kamu dianjurkan melintasi jalanan yang lebih rata.

Apabila terpaksa melewati jalan yang rusak, berkendaralah dengan pelan sehingga goncangan bisa diminimalkan. Jalan yang tidak rata juga turut berkontribusi memberikan beban tambahan pada suspensi. Hal ini berlaku pula saat melewati polisi tidur atau jalanan yang tergenang air.

Bila shockbreaker rusak, kamu pasti akan merasakan goncangan pada kendaraan ketika melewati jalan yang tidak rata. Dampaknya, hal ini bisa memicu ketidaknyamanan pada pengendara, seperti nyeri punggung, pinggang, dan lainnya.

Baca juga: Cara Memperbaiki Switch Rem Belakang Motor Matic, Mudah!

Itulah mengapa perlu dilakukannya perawatan suspensi motor secara berkala. Pada kesimpulannya, suspensi perlu dibersihkan untuk menghindari korosi dan dilakukan penggantian oli secara berkala.

Pos terkait