Investasi Dalam Aktiva Tetap Pada Suatu Perusahaan Bisnis

Investasi Dalam Aktiva Tetap Pada Suatu Perusahaan Bisnis

Hampir semua perusahaan bisnis bertujuan untuk memperoleh profit dan selalu meningkatkan produktivitas sehingga perlu menanamkan investasi. Suatu perusahaan kerap berinvestasi, salah satunya yaitu investasi aktiva tetap. Investasi dalam aktiva tetap biasanya akan dirasakan manfaatnya di masa depan.

Oleh karena itu, suatu perusahaan perlu memperhitungkan nilai investasi aktiva tetap. Pasalnya, nilai tersebut tentunya berpengaruh pada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Jika ingin mengenal lebih jauh seputar investasi dalam aktiva tetap serta nilainya, berikut ini adalah ulasannya:

Read More

Mengenal Investasi Dalam Aktiva Tetap

Untuk meningkatkan produktivitas dan mengikuti perkembangan teknologi, perusahaan memerlukan investasi aktiva tetap. Selain itu, tujuan dilakukan penanaman investasi aktiva tetap pada suatu perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar pada masa mendatang.

Baca Juga : Cara Menghitung Nilai Investasi Asuransi Prudential Setelah 10 Tahun untuk Unit Link PruSaver

Adapun ragam aktiva tetap yang bisa dijadikan investasi adalah bangunan, mesin atau alat produksi, kendaraan pengangkut, dan sebagainya. Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki aktiva tetap, namun jenis yang dimiliki bisa berbeda-beda tiap perusahaan. Namun, untuk tetap menghasilkan profit atas investasi yang dilakukan, perusahaan perlu memperhitungkan nilai investasi dalam aktiva tetap yang akan dijelaskan di bawah ini:

Nilai Investasi Aktiva Tetap

Setelah mengenal seperti apa itu investasi aktiva tetap, kini saatnya mengetahui nilainya. Semua biaya yang dibayarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan aktiva tetap disebut juga sebagai nilai investasi aktiva tetap. Oleh karena itu, ada beberapa cara bagi perusahaan untuk mendapatkan investasi aktiva tetap, yaitu sebagai berikut:

1. Pembelian Tunai

Aktiva bisa dibeli dengan cara pembelian tunai atau cash. Maka, perhitungan harga pokoknya yaitu harga tunai aktiva ditambah semua biaya yang dikeluarkan perusahaan sehingga aktiva tersebut bisa digunakan. Misalnya, suatu perusahaan membeli mesin dengan harga Rp150.000.000 dengan biaya pemasangan Rp5.000.000.

Maka, besar dari nilai investasi aktiva tetap tersebut bisa didapat dengan rumus Nilai investasi = harga mesin + biaya pemasangan. Sehingga perhitungannya yaitu Rp150.000.000+Rp5.000.000=Rp155.000.000. Jadi, nilai investasi suatu perusahaan dalam pembelian tunai mesin adalah Rp155.000.000.

Baca Juga : Aneka Investasi 100 Ribu Hasilkan Jutaan Rupiah untuk Para Pemula

2. Tukar Tambah

Berbeda dengan pembelian tunai, suatu perusahaan mendapatkan investasi aktiva baru dengan menjual aktiva lama. Biasanya pada tukar tambah, untuk mendapatkan aktiva baru, harus menambah sejumlah uang. Pasalnya, pada aktiva baru kondisi, nilai, maupun kapasitasnya lebih baik dibandingkan aktiva lama. Kemudian, biaya perawatan aktiva baru tentunya lebih rendah daripada aktiva lama sehingga biaya operasional jauh lebih efektif.

Misalnya, harga mesin baru adalah Rp500.000.000 sedangkan harga jual mesin lama tersebut Rp225.000.000. Adapun pajak yang dikenakan adalah 20% yaitu berkisar Rp5.000.000.

Maka, perhitungannya adalah harga jual mesin lama dikurangi pajak 20%, hasilnya adalah Rp220.000.000. Lalu, harga mesin baru dikurangi hasil total harga jual mesin lama, yaitu Rp230.000.000. Jadi, nilai investasi aktiva tetapnya adalah Rp500.000.000-Rp230.000.000=Rp270.000.000.

3. Pembelian Secara Kredit

Jenis investasi ini juga bisa didapat dari pembelian secara kredit atau angsuran. Maka, harga pokoknya diperoleh dari harga tunai dan biaya lainnya dari aktiva tersebut selama biaya tersebut tidak menjadi tanggung jawab penjual. Karena ada selisih harga tunai dengan harga kredit, maka harga yang dibeli secara kredit biasanya lebih mahal.

Selisih tersebut adalah biaya bunga dan dihitung sebagai kerugian ketika investasi aktiva tersebut diperoleh. Atau, perusahaan dapat mengalokasikannya secara proporsional sesuai dengan jumlah angsuran yang dibayar nantinya sehingga menjadi piutang bunga. Kemudian, nilai investasi aktiva tetap masih diperoleh dari harga tunai aktiva tetap termasuk biaya lainnya hingga siap digunakan.

Baca Juga : Bagaimana Perhitungan Nilai Investasi Reksadana Agar Tahu Untung Ruginya, Berikut Penjelasannya!

Itulah ulasan yang menarik tentang investasi dalam aktiva tetap yang bisa dijadikan sebagai referensi. Investasi aktiva tetap tersebut berguna untuk meningkatkan profitabilitas, produktivitas, serta efektifitas. Namun, perusahaan membutuhkan waktu lama dalam belanja pengadaan aktiva tetap. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhitungkan nilai aktiva tetap.

 

Related posts