Menakar Penyebab Gagalnya Investasi Tesla di Indonesia

Menakar Penyebab Gagalnya Investasi Tesla di Indonesia

Kelanjutan dari investasi Tesla di Indonesia sudah dipastikan gagal. Tesla memutuskan untuk masuk ke negara Asia tertentu, namun bukan Indonesia. Bahkan kabar terkait pembangunan baterai listrik di Indonesia juga masih belum dapat dipastikan hingga kini.

Penyebab Gagalnya Investasi Tesla di Tanah Air

Tesla memilih negara lain untuk berinvestasi. Kejadian ini terjadi bukan tanpa sebab. Terdapat sejumlah faktor yang kemungkinan menjadi penyebab gagalnya investasi di tanah air ini. Simak penjelasan berikut:

Read More

1. Indonesia tidak Ramah ESG

Tesla semakin ketat dalam menerapkan aspek ESG (Environmental, Social and Governance) ketika investasi. Yaitu praktik bisnis yang tetap memperhatikan aspek sosial sekaligus tidak mencederai lingkungan. Persyaratan ini terlihat sangat bertolak belakang dibandingkan Indonesia yang masih abai terkait ESG.

Baca Juga : Cara Investasi di Danareksa Secara Online

Elon Musk selaku CEO Tesla menawarkan kontrak jangka panjang bagi perusahaan yang mampu menambang nikel namun tetap peka terhadap lingkungan.

Permintaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri pertambangan nikel di Indonesia. Terlebih selama ini pemerintah hanya fokus untuk mengejar kuantitas investasi dibandingkan mempertimbangkan kualitas sesuai persyaratan ESG. Sehingga peluang investasi ini menjadi sulit ditangkap oleh Indonesia.

2. Tesla Lebih Memilih Investasi Sistem Penyimpanan di Indonesia

Pada tahun 2021 lalu, Tesla berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Akan tetapi investasi Tesla di Indonesia ingin dilakukan pada sistem penyimpanan energi (ESS) daripada baterai kendaraan listrik. Mengingat Indonesia menjadi penghasil nikel terbesar dimana nikel adalah bahan baku utama untuk membuat baterai pada kendaraan listrik.

Walaupun begitu, Tesla sedang berusaha mengenali iklim investasi di Indonesia. Mulai dari lingkungan hingga tenaga kerja. Sehingga sekarang masih belum bisa diketahui, apakah investasi pembangunan baterai listrik akan dilakukan atau tidak.

Baca Juga : Investor Wajib Tahu, Inilah Coin yang Bagus untuk Investasi 2022!

3. Memilih Membangun Pabrik di India

Setelah dikabarkan akan berinvestasi di Indonesia, Tesla justru memilih India untuk pembangunan pabrik mobil listrik. Pada Februari tahun lalu, Tesla melakukan uji tuntas untuk real estate perkantoran yang ada di wilayah Bangalore. Tesla juga berencana untuk mendirikan fasilitas R&D.

Hal ini terjadi tentunya bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari aspek teknologi, inovasi serta SDM India jauh lebih unggul daripada Indonesia. Bisa dikatakan bahwa India memiliki ekosistem industri mobil listrik yang lebih siap dibandingkan Indonesia. Selain itu, rasio investasi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga dianggap terlalu boros.

4. Pertimbangkan Market dan Infrastruktur

Menjadi pemain global di bidang industri, tentunya Tesla mempertimbangkan market. Populasi di Indonesia tentu tidak sebanding dengan India maupun negara yang potensial lainnya. Hal ini akan berpengaruh terhadap pangsa pasar di kemudian hari.

Jika dilihat dari sisi infrastruktur teknologi, jelas Indonesia masih kalah. Tidak hanya dari India saja, bahkan Tesla juga merencanakan untuk membangun perusahaan mobil listrik di Rusia. Karena Rusia dianggap sangat berpotensi terhadap investasi ini.

Apakah Indonesia Masih Memiliki Peluang Ciptakan Mobil Listrik?

Walaupun Tesla dikabarkan gagal berinvestasi di Indonesia, namun menurut Direktur CORE Piter Abdullah hal tersebut tidak perlu dicemaskan. Karena Indonesia masih memiliki peluang untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Tentunya karena ada dukungan sumber daya mineral yang melimpah di Indonesia.

Maka dari itu, Indonesia tidak perlu bergantung terhadap Tesla. Yang paling utama adalah mencari alternatif lain di luar Tesla yang dapat mendukung investasi ini. Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada satu pihak saja. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan Tesla akan ke Indonesia ketika pangsa pasar bagus.

Baca Juga : Cara Investasi Emas di Shopee yang Bisa Diterapkan

Itulah beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab investasi Tesla di Indonesia gagal. Walaupun begitu, Indonesia tidak boleh pesimis. Indonesia harus menciptakan iklim yang mendukung investasi. Dengan demikian meskipun membutuhkan waktu yang panjang, namun SDM bisa semakin berkembang.

Related posts