Sistem Kemudi Power Steering – Pengertian, Cara Kerja dan Jenisnya

sistem kemudi power steering

Dengan sistem kemudi power steering, pengemudi tidak usah mengeluarkan tambahan tenaga untuk membelokkan kemudi mobil, khususnya jika mobil ada di kecepatan rendah. Beda dengan motor yang hanya punya dua roda, kendaraan roda empat punya roda yang lebih lebar dengan beban bodi yang lebih berat. Karena itu diperlukan bantuan power steering.

A. Pengertian

Power artinya tenaga, dan steering artinya pengemudian. Sistem kemudi power steering adalah tambahan yang dipakai menambah tenaga untuk mengemudi. Kegunaannya selain memperingan beban mengemudi, adalah membuat stabil kemudi pada saat kecepatan tinggi. Di beberapa tipenya, tenaga pengemudian ini secara otomatis menggerakkan kemudi tanpa tenaga manusia.

B. Prinsip Kerja

Power steering bekerja dengan cara memberi tambahan kekuatan tambahan kepada rack pengemudian yang otomatis menggerakan roda depan mobil setelah usaha pengemudi membelokan kemudi. Di rack usaha dilanjutkan mekanisme memeberi bantuan tenaga lebih pada rack saat bergerak jadi pengemudi tidak merasa berat saat memutar setir.

Mekanisme untuk penambah tenaga memanfaatkan sistem hidrolik, dimana komponen pompa hidrolik memompa cairan yang bergerak. Cairan itu diberi tekanan oleh sebuah pompa yang memiliki energi tekan yang tersambung ke steering rack. Sekarang ada mekanisme memanfaatkan motor listrik. Arah tenaga yang dihasilkan diatur oleh serangkaian katup.

C. Jenis Power Steering

Karena memperingan kerja manusia, sistem terus diteliti dan dikembangkan. Setelah menjalani serangkaian penelitian, sekarang ini ada tiga tipe sistem kemudi power steering seperti di bawah ini:

1. Tipe Power Steering Hidrolik Integral

Sistem hidrolik integral dikenal juga sebagai recirculating ball. Tipe ini dipakai di kendaraan dengan bobot besar misalnya bus dan truk. Steering hidrolik integral memanfaatkan mekanisme untuk menggerakkan kemudi.  Sistem steering hidrolik tidak memakai stir rack tapi memakai boks gear.

Boks gear mempengaruhi putaran kemudi sehingga mengubah momentum yang membuat sopir bus dapat memutar kemudi sampai beberapa kali putaran. Disebut integral sebab mekanisme tambahnya power terjadi langsung pada dalam boks gear.

2. Tipe Hidrolik Rack and Pinion

Tipe berikutnya adalah sistem kemudi power steering yang memakai gir rack dan gir pinion. Stir rack bentuknya batang memanjang yang punya roda dengan gerigi, sedangkan gir pinion ialah roda gigi yang terkait dengan gir rack. Pinion  tersambung dengan roda kemudi, sehingga putaran roda kemudi selaras dengan putaran gir pinion.

Mekanisme tumbuhnya tenaga diletakkan terpisah atau diluar perkaitan gir rack dan gir pinion. Alat penambah tenaga ada di sisi samping dari gir rack dan punya piston guna menangkap energi tekan dari cairan bergerak.

3. Tipe Power Steering Elektronik

Power Steering elektrik ialah terobosan baru sistem penambahan tenaga. Tipe ini tidak memakai pompa penambah tenaga yang kadang-kadang membuat berat mesin. Tipe ini memakai motor listrik yang dihubungkan ke gir rack. Sehingga tipe ini lebih efisien, stabil dan aman saat dipakai pada kecepatan tinggi.

Guna mengatur putaran dan arah motor dilakukan serangkaian hitungan yang disebut kontrol modul  power steering. Modul ini memakai data tiga buah sensor yang dipasang yaitu sensor pengarah kemudi sudut, sensor untuk mendeteksi seberapa cepat putaran kemudi dan sensor pendeteksi laju kendaraan.

Demikian serba-serbi tentang sistem kemudi power steering. Jelas cara kerja power steering ini memanfaatkan prinsip fisika terutama prinsip hidrolik. Sistem ini terus dikembangkan sehingga semakin lama semakin efisien dan semakin membantu meringankan beban sopir kendaraan roda empat saat mengemudi. Beberapa bagian dari sistem telah bekerja otomatis tanpa tenaga manusia.

 

Related posts