Gejala Dan Cara Menghilangkan Scabies Pada Kucing

Gejala Dan Cara Menghilangkan Scabies Pada Kucing

Bagaimana cara menghilangkan Scabies pada kucing ? Scabies atau kudis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tungau yang berkembang biak di kulit. Jenis tungau yang menyebabkan scabies adalah Notoedres cati dan Sarcoptes Scabiei. Selain dapat menyerang kulit manusia, ternyata penyakit ini juga kerap dijumpai pada kucing. Selain membuat kucing tidak nyaman, penyakit ini juga dapat menular. Mari kenali apa saja gejala dan cara menghilangkan scabies pada kucing di bawah ini.

Gejala Awal Scabies pada Kucing

Gejala awal scabies acapkali tidak disadari oleh pemilik kucing. Padahal dengan mengetahui gejala awal, scabies akan lebih mudah disembuhkan. Gejala awal yang kerap ditemui adalah kucing kerap menggaruk kepala atau belakang lehernya. Bahkan, kucing terlihat gelisah dan akan lebih sering menjilat atau menggigit tubuhnya. Lalu, terdapat kerak di area wajah, leher, dan kelopak mata.

Bacaan Lainnya

Bulu kucing pun rontok atau pitak, serta muncul koreng atau luka. Biasanya Scabies muncul di area wajah dan belakang telinga terlebih dahulu. Apabila gejala awal tadi tidak segera ditangani, maka scabies akan menyebar ke seluruh tubuh. Tentunya akan sangat berbahaya, apalagi jika ada banyak kucing lain di rumah.

Baca Juga : 8 Panduan Cara Merawat Lovebird Paud Agar Rajin Ngekek dan Berdurasi Panjang

Cara Menghilangkan Scabies pada Kucing

Setelah mengetahui gejalanya, pastinya pemilik kucing harus mengetahui bagaimana cara menghilangkan scabies pada kucing kesayangannya. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan :

1. Isolasi Kucing yang Terinfeksi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisolasi kucing yang terinfeksi. Pisahkan kandangnya dari kucing lain. Lalu, jangan sampai ada anggota keluarga yang berinteraksi dengan kucing yang sakit. Hal itu dikarenakan penyakit ini bisa saja menular ke manusia. Pisahkan juga tempat minum dan makan kucing yang sakit dengan kucing yang lain.

2. Memberi Obat Topikal untuk Scabies

Setelah diisolasi, sebaiknya segerakan bawa kucing dan konsultasikan ke dokter hewan agar scabies cepat ditangani . Biasanya dokter hewan akan meresepkan obat topikal untuk scabies. Obat tersebut biasanya berupa paduan shampo dan salep untuk scabies. Gunakan shampo dan salep secara konsisten selama 6-8 minggu.

3. Mengoleskan VCO

VCO atau virgin coconut oil dapat digunakan untuk mengatasi scabies. Caranya sangat mudah. Cukup oleskan VCO ke area yang terjangkit scabies. Namun, cara ini memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya, proses penyembuhannya cukup lama. Selain itu, VCO tidak bisa menuntaskan scabies sampai ke akarnya (bila scabiesnya berat). Namun, pengobatan dengan VCO ini lebih ampuh bila dipadukan dengan obat topikal.

4. Melakukan Suntik Scabies Kucing

Cara ini dapat dilakukan apabila scabies sudah tergolong berat. Penanganan dengan melakukan suntik scabies hanya dapat dilakukan oleh ahli (dokter hewan). Salah satu jenis suntiknya adalah Selamectin. Kucing akan diinjeksi 3 kali selama 30 hari sekali. Biasanya, dalam sekali suntik penyakit scabies pada kucing akan sembuh dalam 4 hari. Tentu jenis pengobatan ini cocok bagi pemilik kucing yang sibuk.

5. Membersihkan Seluruh Kandang Kucing yang Terjangkit

Menjaga kebersihan kandang dan peralatan kucing merupakan salah satu hal yang dapat mencegah scabies. Cucilah bersih semua peralatan kucing dan kandangnya.

Khusus bagi kucing yang terjangkit, gunakan cairan pembasmi kutu dan air panas saat membersihkan kandang. Hal itu dilakukan agar tungau yang masih ada di kandang bisa mati dan tidak menjangkiti kucing lagi. Selain itu, jagalah juga kebersihan diri dan area rumah. Cucilah tangan dengan sabun sebelum dan sesudah berinteraksi dengan kucing.

Itulah dia gejala dan cara menghilangkan scabies pada kucing yang perlu diketahui. Cara-cara ini bisa dilakukan sendiri maupun dengan bantuan dokter hewan. Tentunya, jagalah kebersihan diri, rumah dan kucing kesayangan agar tidak terjangkit scabies.

Pos terkait