5 Cara Mengobati Diare pada Bayi sebagai Pertolongan Pertama

Mengobati Diare pada Bayi

Diare bukan hanya terjadi pada anak dan orang dewasa. Diare pada bayi sering terjadi dan rentan menyebabkan kematian. Cara mengobati diare pada bayi tidak dapat diberi sembarang obat generik karena sistem metabolisme bayi masih lemah dibandingkan orang dewasa.

Total kematian bayi dan balita akibat diare di seluruh negara mencapai 525.000 setiap tahun. Persentase kematian bayi akibat diare terbilang tinggi di Indonesia dengan angka 25–30%. Pertolongan pertama dibutuhkan apabila bayi tiba-tiba diare sebelum dibawa ke dokter. Berikut lima cara mengobati diare pada bayi sebagai pertolongan pertama:

Bacaan Lainnya

1. Pastikan Asupan ASI dan Cairan

ASI dapat untuk mengatasi diare. Nutrisi pada ASI diperlukan untuk mengganti nutrisi dan cairan yang hilang selama bayi terus menerus BAB. Pada ASI terdapat antibodi berupa lisozim, IgA, IgG, dan IgM yang dapat membantu bayi melawan bakteri penyebab diare.

Baca Juga : 5 Cara Menyembuhkan Alergi Gatal Secara Alami

Pemberian air pada bayi yang sudah memasuki masa MPASI juga harus diberikan ketika bayi diare. Selama diare, cairan tubuh akan banyak keluar. Hal ini akan menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu saat diare bayi harus tetap diberikan air, diselingi dengan ASI.

2. Berikan Cairan Elektrolit

Cairan rehidrasi oral atau cairan elektrolit bisa diberikan ketika bayi diare. Cairan bisa berupa oralit atau air tajin, diberikan ketika bayi BAB dan muntah. Pemberian oralit diperbolehkan untuk bayi dari menggunakan spuit oral, sendok atau cawan takar, atau gelas.

Takaran yang diberikan bisa dibaca melalui kemasan oralit atau konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Oralit dapat diberikan selama 3-4 jam. Jika jumlah total takaran sudah diberikan, pada bayi diatas enam bulan yang memasuki masa MPASI dapat diberikan makanan yang lembut dan mudah dicerna.

3. Cukupi Kebutuhan Zinc

Seng (zinc) dapat diberikan untuk mengatasi diare pada bayi dan balita. Dosis zinc yang dianjurkan oleh IDAI untuk bayi bawah 6 bulan adalah sekitar 10 mg/hari. WHO menyarankan bayi diatas enam bulan dianjurkan mengonsumsi 20 mg/hari suplemen zinc selama 10-14 hari.

Baca Juga : 5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi

4. Berikan Makanan dan Minuman Probiotik

Beberapa riset dan penelitian menunjukkan bahwa konsumsi probiotik bagus untuk mempercepat penyembuhan diare. Makanan dan minuman probiotik sumber menambahkan bakteri-bakteri baik di dalam usus yang dapat melawan bakteri patogen dan memperbaiki flora usus.

Probiotik tidak boleh diberikan untuk bayi baru lahir. Bayi berusia tiga bulan baru dapat diberikan probiotik dalam bentuk suplemen yang dianjurkan dokter anak. Makanan dan minuman kaya probiotik seperti tempe dan yogurt bisa diberikan pada bayi yang sudah memasuki masa MPASI.

5.  Berikan Makanan yang Mudah Dicerna

Diare pada bayi dapat disebabkan berbagai hal seperti infeksi usus, keracunan makanan, dan alergi makanan atau obat. Karena mengganggu sistem pencernaan, bayi yang sudah memasuki masa MPASI tidak boleh diberikan makanan proses.

Sereal, susu formula, dan bubur instan fortifikasi harus dihindari apabila bayi mengalami diare. Makanan yang bisa diberikan pada bayi adalah makanan yang mudah dicerna. Nasi lembut, pisang, atau bubur nasi bisa dijadikan pilihan untuk makanan bayi selama bayi diare.

Baca Juga : 5 Cara Menyembuhkan Batuk Berdarah Secara Alami

Lima cara yang telah dibahas tadi adalah cara mengobati diare pada bayi sebagai pertolongan pertama. Namun pertolongan pertama ini tidak bisa dilakukan terus-menerus. Diare tetap membutuhkan obat apabila disebabkan infeksi bakteri atau virus. Apabila bayi terus mengalami diare dengan diiringi gejala lain seperti demam, segera dibawa ke dokter untuk ditangani.

 

Pos terkait