Syarat Syarat Pernikahan untuk Calon Suami Istri

Syarat Syarat Pernikahan untuk Calon Suami Istri

Selingkaran.Com – Pernikahan adalah suatu hal yang sudah pasti dilalui oleh setiap manusia, baik itu laki laki maupun perempuan, prosesi nikah juga dibilang tidak sembarangan, karena pernikahan merupakan suatu keputusan kedua insan (laki-laki dan perempuan) untuk menjalani hidup bersama didalam bahtera keluarga, sehingga biasanya menikah adalah suatu hal yang sakral karena hanya dilakukan satu kali dalam seumur hidup (harapannya)

Yang jelas harapan semua orang adalah memiliki 1 pasangan selama masa hidupnya dan tidak ingin berganti ganti, tetapi yang namanya jodoh ada ditangan Tuhan maka kita tidak bisa tau pasti untuk kedepannya, nah bagi yang ingin menikah dan masih awam karena memang baru pertama kali ingin melakukan resepsi pernikahan dan ternyata bingung apa sajakah persyaratan untuk pasangan calon suami istri itu menikah?

Nah berikut ini ada persyaratan lengkap yang harus anda penuhi dalam rangka untuk memperlancar acara pernikahan yang akan anda gelar, mari disimkan..

Syarat Nikah

Syarat Syarat Pernikahan untuk Calon Suami Istri

Syarat Nikah

Persyaratan dan dokumen untuk menikah di KUA yaitu:

Pernikahan Sesama WNI:

  • Foto Copy KTP, Kartu Keluarga (KK) untuk calon Pengantin (Catin) masing-masing 1 (satu) lembar.
  • Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai minimal Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat.
  • Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.
  • Pas photo Catin ukuran 2×3 masing-masing 5 (lima) lembar, bagi anggota ABRI berpakaian dinas.
  • Catin yang umurnya kurang dari 21 tahun harus melampirkan surat izin orang tua (model N5) ini berlaku bagi Catin laki-laki/perempuan
  • Catin berstatus duda/janda harus melampirkan Surat Talak/Akta Cerai dari Pengadilan Agama, jika Duda/Janda mati harus ada surat
  • kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.
  • Catin Laki-laki yang mau berpoligami, harus ada surat izin/Dispensasi dariPengadilan Agama.
  • Catin yang tempat tinggalnya bukan di wilayah kerja KUA setempat, harus memiliki dokumen Rekomendasi Nikah dari KUA di tempat tinggalnya.
  • Anggota TNI/POLRI dan Sipil TNI/POLRI harus ada Izin K4win dari Pejabat Atasan/Komandan

II. Perk4winan Campuran (WNI dengan WNA)

  • Akte Kelahiran/Kenal Lahir
  • Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian
  • Surat Keterangan Model K II dari Dinas Kependudukan (bagi yang menetap lebih dari satu tahun)
  • Tanda lunas pajak bangsa asing (bagi yang menetap lebih dari satu tahun)
  • Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari Kantor Imigrasi
  • Foto Copy Pasport
  • Surat Keterangan dari Kedutaan/perwakilan Diplomatik yang bersangkutan.
  • Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi.

Persyaratan dan dokumen untuk menikah di Kantor Catatan Sipil yaitu:

Syarat- syarat Pernikahan umum:

  • Mengisi Formulir Pencatatan Pernikahan
  • Surat keterangan dari anda belum menikah yg disyahkan oleh pihak RT/RW dan tingkat kecamatan
  • Akta Kelahiran pasangan (Asli)
  • Fotokopi KTP dan KK pasangan
  • Fotokopi KTP kedua orang tua/ wali pasangan
  • Fotokopi KTP kedua saksi pernikahan
  • Pas Foto pasangan berdampingan, berwarna, ukuran 4×6, 6 lembar
  • Surat pengantar/ Surat keterangan dari Kelurahan pasangan (Asli)
  • Uang administrasi

Syarat-syarat Tambahan:

  1. Surat ganti nama (bagi yang pernah ganti nama)
  2. Perjanjian Harta Terpisah atau Pre-Marital Agreement yang sah secara hukum (tentatif)
  3. Passport/ ID card (untuk warga asing)
  4. Akta kelahiran anak (bagi yang telah punya anak)
  5. Izin/ surat keterangan dari kedutaan (untuk warga asing)
  6. Izin/ surat keterangan dari komandan (bagi militer TNI/ POLRI)
  7. Akta perceraian dari catatan sipil (bagi yang pernah menikah)
  8. Akta kematian dari catatan sipil (bagi yang pernah menikah)
  9. Izin/ surat keterangan dari orang tua (bagi < 21 tahun)
  10. Izin/ surat keterangan dari Pengadilan Negeri (bagi < 21 tahun dan tidak dapat izin dari orang tua)
  11. Keputusan Pengadilan Negeri (bila ada sanggahan dari salah satu pihak yang berwenang)
  12. Izin Pengadilan Negeri untuk berpoligami (tentatif)

Pasangan yang ingin menikah di KUA atau Kantor Catatan Sipil sebaiknya terlebih dulu datang ke kantor tersebut jauh hari sebelum hari pernikahan untuk memastikan persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan sehingga semuanya dapat dipenuhi sesuai ketentuan.

Selain itu juga dapat memastikan jadwal pernikahan karena bisa jadi cukup banyak yang akan melaksanakan pernikahan sehinggga memerlukan antrian. Biaya resmi pernikahan di KUA adalah Rp30.000,- dan di Kantor Catatan Sipil adalah Rp200.000,- untuk WNI dan Rp300.000,- untuk WNA.

Bagi yang tidak mampu membayar biaya administrasi pernikahan di KUA atau Kantor Catatan Sipil dapat mengkomunikasikannya pada pejabat KUA atau Kantor Catatan Sipil yang berwenang untuk mendapatkan pembebasan biaya.

Dalam rangka hal ini biasanya akan diminta dokumen surat keterangan tidak mampu dari lurah. Di daerah-daerah tertentu bahkan pemerintah daerah telah membebaskan biaya pernikahan di KUA. Bisa saja biaya-biaya tersebut menjadi jauh lebih besar dari yang seharusnya karena “permainan” oknum-oknum, namun di jaman Reformasi Birokrasi sekarang ini hal tersebut semestinya tidak terjadi lagi.

 Sumber : sosbud.kompasiana.com

Dengan begini anda sudah tau apasaja persyaratan nikah yang bisa anda lakukan, nah semoga acara yang akan anda gelar berlangsung dengan lancar ya.. Amin

Ragil Wahyu Kurniawan
Ragil Wahyu Kurniawan
Anak bontot dari empat bersaudara, lelaki kedua setelah Ayahanda di dalam keluarga. Dibesarkan didalam keluarga yang disiplin dengan ajaran penuh norma dan sopan santun.

Komentar Facebook

  • Ratna Sandy

    ribet…haha