Jelang PON, Boneka, Akik, dan Kerajinan Bambu Jadi Souvenir
KOMPAS.com/Reni Susanti. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat, Netty Prasetiyani tengah memberikan pemaparan potensi kerajinan di Jabar.

Jelang PON, Boneka, Akik, dan Kerajinan Bambu Jadi Souvenir

Selingkaran.com – Dalam hitungan bulan kita akan disuguhkan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar kini tengah mengembangkan sejumlah potensi kerajinan untuk souvenir. Diantaranya souvenir tersebut adalah pembuatan boneka, kerajinan batu akik, serta kerajinan dari bambu.

“Nanti kan ada cinderamata PON seperti boneka surili. Harus kita yang membuat jangan sampai provinsi lain yang membuatnya,” ujar Ketua Harian Dekranasda Jabar Ferry Sofwan Arif di Bandung, Kamis (17/9/2015).

Ferry juga mengatakan, Dekranasda kabupaten/kota memang harus menangkap peluang tersebut. Terlebih lagi saat ini sentra pembuat boneka ada di beberapa Provinsi Jawa Barat seperti Kabupaten Bekasi, Karawang, Kota/Kabupaten Bandung.

Tak hanya itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bakal memberikan sebuah souvenir batu akik dalam bentuk kalung untuk semua atlet.

“Potensi batu akik di Jabar cukup banyak. Misalnya di Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat dan Cirebon,” kata dia.

Selain itu, souvenir lainnya yang bakal ada adalah kipas dengan bahan dasar bambu serta dipadukan dengan batik atau sarung. Dan ada juga, souvenir berupa kaos, topi serta kerajinan kayu. Misalnya di Subang dan Sumedang, ada kerajinan kayu. “Ini yang akan kami dorong,” ucap dia lagi.

Sementara itu, anggota Bidang Promosi Dekranasda Jabar, M Admarius menegaskan, Jabar kaya dengan kerajinan. Terbukti, 70 persen kerajinan di Bali adalah produksi sentra kerajinan yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Ketua Dekranasda Jabar, Netty Prasetiyani meminta Dekranasda kabupaten/kota mengidentifikasi produk unggulan yang bisa dijadikan oleh-oleh bagi atlet dan pengunjung.

Menurut dia, Pemprov Jabar sudah menetapkan catur sukses dalam penyelenggaraan PON. Yakni, sukses penyelenggaraan, ekonomi, administrasi dan prestasi. Karena itu, dia berharap Dekranasda mampu menerapkan sukses ekonomi, sehingga pelaksanaan PON mampu mendongkrak ekonomi di setiap daerah yang akan dipakai sebagai venue PON mendatang.

Ragil Wahyu Kurniawan
Ragil Wahyu Kurniawan
Anak bontot dari empat bersaudara, lelaki kedua setelah Ayahanda di dalam keluarga. Dibesarkan didalam keluarga yang disiplin dengan ajaran penuh norma dan sopan santun.

Komentar Facebook