Cara Menghitung Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup Tidak Sulit!

Jangka sorong dan mikrometer sekrup biasanya jarang digunakan banyak orang. Biasanya siswa SMP akan mempelajari tentang cara menghitung jangka sorong dan mikrometer sekrup. Agar bisa menggunakan dua alat ini, butuh sedikit pemahaman karena cara menggunakannya yang cukup berbeda dari penggaris, berikut penjelasannya:

Cara Menghitung Jangka Sorong

Alat pengukur yang bentuknya menyerupai penggaris tapi terdapat tambahan rahang untuk mengukur benda disebut dengan jangka sorong. Yang bisa diukur menggunakan jangka sorong ini adalah diameter, panjang, ketebalan dan kedalaman suatu benda.  Contoh bendanya adalah pipa, cincin, silinder dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Cara menghitung jangka sorong dan mikrometer sekrup ini cukup berbeda dengan alat ukur lainnya. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Siapkan Objek Dan Mulai Pengukuran

Sebelum memulai perhitungan, pertama-tama harus mengerti dulu cara memasang dan menggunakan jangka sorong. Untuk memulai pengukuran, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Baca Juga : Daftar Materi Tes TOEIC dan Sistem Pelaksanaanya

  • Tarik rahang geser ke arah kanan untuk memasukkan objek.
  • Selipkan objek di antara rahang jangka sorong, lalu tarik rahang geser ke arah kiri untuk mengunci objek.
  • Perhatikan skala utama yang ada di atas objek dan skala nonius pada rahang geser.

2. Baca Skala Pengukuran

Setelah memastikan objek dan rahang geser pada jangka sorong terpasang dengan baik saatnya menghitung hasil pengukurannya. Hasil pengukuran jangka sorong ini tidak hanya melihat 1 skala saja, tapi dua skala yaitu utama dan nonius.

Skala utama merupakan skala yang terletak di atas objek yang ukuran angkanya lebih besar. Sedangkan skala nonius terletak di rahang geser. Cara menghitungnya adalah pertama perhatikan posisi benda berada di angka berapa, contohnya skala utamanya adalah 3,2.

Kemudian perhatikan garis pada rahang geser, cari garis yang posisinya menyambung lurus dengan skala utama. Jika garis yang menyambung lurus dengan skala utama menunjukkan angka 5, maka skala nonius adalah 0,05. Jadi skala utamanya adalah sebesar 3,2 dan skala nonius adalah 0,05.

3. Hitung Hasil Pengukuran

Setelah memahami cara membaca skalanya, saatnya mulai menghitung ukurannya. Rumus dari perhitungan jangka sorong adalah jumlah dari skala utama ditambah dengan skala nonius. Jadi jika berdasarkan pada contoh diatas, maka hasil pengukuran jangka sorong adalah 3,2 ditambah 0,05 sehingga hasilnya adalah 3,25 cm.

Cara Menghitung Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup sebenarnya sama seperti jangka songkor yang berfungsi untuk mengukur ketebalan benda. Tapi perbedaanya dengan jangka songkor adalah mikrometer sekrup ini dapat digunakan untuk mengukur benda tipis. Contohnya adalah ketebalan plat logam, kertas, uang logam dan lainnya. Cara menghitung mikrometer sekrup adalah sebagai berikut:

1. Siapkan Objek Dan Baca Skala Pengukuran

Cara menggunakan mikrometer sekrup ini hampir sama seperti jangka sorong. Siapkan objek yang akan diukur, lalu jepit objek tersebut di antara rahang mikrometer sekrup. Sesuaikan benda dengan menggeser rahang gesernya hingga objek sudah terjepit di mikrometer sekrup.

2. Baca Skala Pengukuran

Ada dua skala yang perlu diperhatikan, pertama ada skala utama yang berada di samping objek. Contohnya skala utama menunjukkan angka 5. Lalu ada skala putar yang berada di sebelah kanan skala utama. Perhatikan angka yang posisinya menyambung lurus dengan garis skala utama. Contohnya berada di angka 38, maka skala putarnya adalah 0,38.

Baca Juga : Daftar Materi Grammar Bahasa Inggris Lengkap 2022

3. Hitung Hasil Pengukuran

Rumus dari perhitungan mikrometer sekrup adalah nilai skala utama ditambah skala putar. Jika berdasarkan contoh di atas, maka hasilnya adalah 5 ditambah 0,38 sehingga total pengukurannya adalah 5,38 mm.

Itulah sedikit penjelasan tentang cara membaca skala serta cara menghitung jangka sorong dan mikrometer sekrup. Banyak yang kurang mengerti cara menghitungnya karena dua alat ukur ini jarang digunakan oleh orang awam. Padahal sebenarnya cara menghitung dua alat ukur ini cukup mudah untuk dipahami.

 

Pos terkait