Inilah Materi Load Balancing yang Perlu Diketahui

Jika sedang membuat sebuah layanan networking seperti website atau database pasti memerlukan sebuah jaminan apakah layanan tersebut bekerja dengan baik atau tidak. Jaminan tersebut biasanya menggunakan teknik Load Balancing. Jika belum mengetahui apa itu Load Balancing, di bawah ini akan disajikan beberapa materi Load Balancing. Simak saja penjelasannya berikut ini!

Pengertian Load Balancing?

Pasti banyak yang belum mengetahui pasti mengenai apa sih sebenarnya Load Balancing itu? Secara umum, Load Balancing merupakan suatu pemrograman yang digunakan untuk menstabilkan suatu jaringan pada sebuah layanan networking seperti website serta database. Bahkan, jika server yang digunakan sedang mengalami gangguan bisa menggunakan metode Load Balancing ini.

Bacaan Lainnya

Metode seperti ini biasa digunakan pada perusahaan-perusahaan yang memerlukan jaringan tetap stabil agar tidak mengganggu kinerja. Cara kerja yang digunakan oleh Load Balancing ini juga sangat mudah. Pengguna tinggal meminta akses agar dapat masuk ke dalam server yang sedang digunakan. Kemudian Load Balancing tersebut akan menyalurkannya arusnya ke beberapa server paling terbaik.

Jika ada salah satu server yang jaringannya melemah, maka secara otomatis akan dipindahkan ke server yang jaringannya paling kuat. Selain itu, cara kerja Load Balancing juga sangat fleksibel serta bekerja secara otomatis. Load Balancing tidak akan menunggu perintah dari pengguna jika sedang mengalami server yang melemah.

Baca Juga : Daftar Materi Grammar Bahasa Inggris Lengkap 2022

Load Balancing akan langsung bekerja untuk memindahkan ke jaringan yang lebih kuat. Itulah gunanya menggunakan layanan Load Balancing pada website yang sedang digunakan.

Jenis-jenis Load Balancing

Jenis Load Balancing menjadi materi Load Balancing yang perlu diketahui selanjutnya. Pengguna perlu tahu jenis-jenisnya untuk menentukan akan memilih menggunakan Load Balancing yang mana. Pemilihan ini tergantung dari penggunaan servernya, selain itu menentukan juga lancar serta tidaknya server itu bekerja. Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa jenis Load Balancing:

1. Jenis Round Robin

Pada jenis Load Balancing satu ini sangat cocok sekali digunakan pada server yang tidak membutuhkan koneksi secara terus menerus. Selain itu, dapat memutar server juga dengan cara menyalurkannya ke server pertama atau server pusat. Jadi, jika dalam sebuah perusahaan memiliki banyak server bisa disalurkan ke server yang pertama tadi.

2. Jenis Least Connection

Jenis yang selanjutnya yaitu Least Connection, jenis satu ini mampu memberikan sebuah penilaian serta membaca beban yang dikeluarkan oleh jenis Round Robin. Bahkan, bisa juga menjaga arus pada server yang dimiliki sebuah perusahaan. Server yang mempunyai beban besar dapat juga disalurkan ke server yang lebih luas serta tidak mempunyai banyak beban.

3. Jenis Least Response Time

Least Response Time merupakan sebuah jenis Load Balancing yang merupakan hasil pengembangan dari Least Connection. Jenis ini dapat mengupayakan dua metode dalam menyalurkan data klien yang menggunakannya. Load Balancing dapat diarahkan ke sebuah server dengan koneksi yang kecil serta mempunyai waktu yang tercepat.

Baca Juga : Daftar Materi Tes TOEIC dan Sistem Pelaksanaanya

4. Jenis Least Bandwidth

Untuk jenis Least Bandwidth ini menggunakan metode yang cukup simple, karena hanya menggunakan server dengan jumlah arus sedikit sehingga kecepatan yang didapatkan akan lebih lancar serta stabil. Dengan kata lain, Load Balancing dapat disalurkan ke sebuah server dengan arus Mbps paling kecil.

5. Jenis IP Hash

Jenis yang terakhir yaitu IP Hash, pada jenis satu ini dapat menghubungkan ke server yang mempunyai hubungan dengan sebuah IP, seperti URL, name domain, Port Number, hingga alamat IP. Sehingga, alamat IP dapat ditentukan sendiri dengan cara menentukan server yang paling banyak meminta data.

Itulah beberapa materi Load Balancing yang dapat dipelajari sebelum menentukan menggunakan metode ini. Masih banyak lagi materi yang harus dipelajari seperti fitur di dalamnya, kelebihan Load Balancing, serta kekurangan yang dimiliki oleh Load Balancing.

 

Pos terkait