Cara Menghitung Keuntungan Saham Mudah bagi Investor Pemula

Cara Menghitung Keuntungan Saham Mudah bagi Investor Pemula

Ketika hendak memulai berbisnis saham, maka calon investor harus paham mekanisme sistemnya secara benar, agar dapat melakukan perencanaan yang akurat. Seperti memahami cara menghitung keuntungan saham berdasarkan indikasi-indikasi khusus yang ada pada setiap komponennya. Supaya investasi yang dilakukan tidak salah langkah dan akhirnya justru menjebak pada potensi kerugian yang menyesakkan.

Mengenai cara menghitung keuntungan saham tersebut, sebenarnya cukup mudah dilakukan oleh para investor pemula. Lantaran indikator yang digunakan dalam perhitungan cukup jelas, tinggal memasukkan saja nominal sesuai dengan kondisi riil pada saat perhitungan dilakukan. Agar semakin jelas mengenai perhitungan tersebut, maka disini disajikan sejumlah tutorial yang berkaitan dengannya, sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

Potensi Keuntungan yang Dapat Diperoleh dari Saham

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menghitung keuntungan saham, maka lebih tepat rasanya bila terlebih dahulu membahas mengenai potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Mengenai hal ini, ada sejumlah potensi utama yang harusnya dimengerti investor, di antaranya:

Baca Juga : Begini Cara Investasi Saham di Ajaib yang Mudah dan Cepat

  • Keuntungan dari laba yang dibagi oleh perusahaan tempat investasi yang dinamai dividen.
  • Capital Gain atau potensi dari naiknya harga saham dari saat pembelian sampai dengan penjualan yang dilakukan oleh investor.
  • Keuntungan untuk menentukan keputusan penting dalam RUPS lantaran ikut menjadi pemilik perusahaan.
  • Fleksibilitas dalam hal investasi yang dilakukan.
  • Untung dari segi nilai pajak yang relatif lebih kecil, terutama bila dibandingkan dengan jenis investasi yang lain.
  • Selain itu juga masih terdapat banyak keuntungan lain yang patut diamati oleh investor untuk menghitung pendapatan saham secara keseluruhan.

Simulasi Cara Menghitung Keuntungan Saham Mudah

Setelah memahami mengenai potensi yang mungkin saja diperoleh dari investasi saham, maka selanjutnya adalah mempelajari cara menghitung keuntungan sahamnya. Agar lebih terang tentangnya, maka di bawah ini akan diberikan sedikit simulasi riilnya, sebagai berikut:

Semisal seorang investor memulai berinvestasi dengan melakukan pembelian 10 slot saham pada tahun lalu dengan harga beli 2.000 rupiah per lembarnya. Orang tersebut sengaja membiarkan sahamnya mengendap sekian lama. Sampai kemudian, memantau perkembangan harga saham terbaru yang kini mencapai 2.500 rupiah per lembarnya, dan bermaksud untuk melakukan penjualan.

Baca Juga : Jangan Salah! Ini Beda Saham dan Reksadana yang Wajib Diketahui

Berdasarkan kejadian tersebut, maka persentase keuntungan dari pengurangan harga jual dan harga beli adalah 25%. Angka tersebut didapatkan dari harga jual yang dikurangi dengan total harga beli per lembar sahamnya kemudian dikalikan dengan 100%. Jadi untuk kasus ini investor mendapat hasil penjualan kotor dari sahamnya,dengan rincian 1000 lembar x 500 (dari selisih harga) sama dengan 500 ribu rupiah.

Pertanyaannya kemudian, apakah ini sudah dapat dikatakan sebagai keuntungan bersih dari saham yang dimiliki tersebut? Ternyata perhitungan masih belum berhenti sampai di sini. Seorang investor masih harus menguranginya lagi dengan adanya biaya jual dan beli yang diberlakukan. Semisal untuk fee jualnya sendiri senilai o,10% maka penghitungannya adalah total penjualan yakni 2.500.000 dikalikan dengan 0,10% sama dengan 2.500 rupiah.

Selanjutnya dari nominal tersebut baru dapat diketahui rincian Capital Gainya secara bersih. Yakni Dari 500.000 dikurangi dengan 2.500 rupiah. Sehingga dapat diperoleh nominal empat ratus sembilan puluh tujuh lima ratus rupiah. Bagaimana? Mudah dipahami bukan?

Baca Juga : Ketahui Aplikasi Investasi Saham yang Terdaftar di OJK Favorit Investor Berikut Ini

Itulah tadi sejumlah informasi yang dapat diberikan mengenai potensi keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor, sekaligus simulasi cara menghitung keuntungan saham yang mudah dilakukan. Dengan memahami sejumlah informasi tersebut maka investor bisa melakukan perencanaan yang tepat. Sehingga lambat laun investasi yang dimiliki bisa semakin meningkat!

 

Pos terkait