Mengenal Pohon Kurma

Mengenal Pohon Kurma

Selingkaran.com – Banyak orang yang berbicara mengenai buah yang sangat identik sekali dengan bulan Ramadhan atau bulan suci bagi para umat Islam. Ya, memang begitulah, ketika menjelang bulan ini datang, tak jarang kita menemui buah kurma dimana-mana antara lainnya di minimarket, supermaket, toko buah dan lain lain.

Buah kurma ini juga diyakini dan juga telah di buktikan, bahwasannya kurma memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi, sehingga sangat baik untuk memulihkan energi ketika kita melakukan puasa seharian, jadi pastinya buah ini sangat sehat untuk dikonsumsi. Namun,  apakah anda bertanya-tanya bagaimanasi bentuk dari pohon kurma ini? lalu cara menjadi buahnya seperti apa, tingginya berapa? berapa bulan baru bisa buah? nah untuk menjawab itu semua, yuk disimak ulasan berikut ini.

Pohon Kurma

Pohon Kurma

Jika kita lihat sekilas, pohon ini terlihat seperti pohon kelapa sawit yang banyak tumbuh di Indonesia, dari bentuk pohon hingga tangkai dan batang daunnya juga hampir sama, apalagi jika dilihat tanpa ada buahnya, mungkin kita bisa keliru dalam menyebut nama pohon ini.

Setiap pohon kurma dapat menghasilkan buah yang cukup banyak, dalam satu tangkainya saja kemungkinan sudah cukup untuk kita konsumsi sendiri dalam waktu beberapa hari atau minggu.

Kurma sendiri memiliki nama lati Phoenik dactylifera, dan Arab : تمر‎, Tamr; Untuk asal muasal tumbuhnya pohon ini belum diketahui pasti, namun banyak yang meyakini pohon kurma berasal dan tumbuh dari tanah sekitar teluk persia. Tinggi pohon kurma dapat mencapai 15-25 m, dan biasanya pohon ini akan tumbuh secara tunggal ataupun membentuk sekelompok atau rumpun yang tumbuh pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal.

Daun dari pohon kurma ini memiliki panjang sekita 3 – 5 m, dan terdapat duli pada sela-sela tangkainya, bentuknya menyiri serta memiliki sekitar 150 pucuk daun muda, dan daun muda ini memiliki ukuran panjang 30 cm serta lebar 2cm. Rentangannya penuh dengan mahkota yang berkisar 6-10m.

Sejarah Kurma

Apakah anda tahu sejarah dari buah kurma yang selama ini kita konsumsi? ya, kurma sejak dahulu adalah salah satu makanan pokok bagi masyarakat Timur Tengah dan ini telah dialami selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma ini diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia, serta sudah banyak dibudidayakan dari zaman Mesopotamia hingga ke prasejarah Mesir yang kemungkinan kala itu pada awal 4000 SM.

Saat itu, bangsa Mesir Kuno menggunakan kurma ini sebagai bahan utama untuk membuat anggur kurma serta juga memakannya saat panen. Hal ini terbukti dari arkeologi budidaua kurma yang ada di bagian Arab Timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Dan pada zaman selanjutnya, masyarakat Arab menyebarkan buah kurma dan memperkenalkannya di bagian Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, serta Spanyol dan juga Italia. Kurma sendiri diperkenalkan di Mexico dan California pada saat itu di sekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol sekitar tahun 1765.

Kandungan kurma kering (bagian yang dapat dimakan)

 
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi 1,180 kJ (280 kcal)
Karbohidrat 75 g
Gula 63 g
Serat pangan 8 g
Lemak 0.4 g
Protein 2.5 g
Air 21 g
Vitamin C 0.4 mg (1%)
Manganese 0.262 mg

Pembudidayaan Pohon Kurma

Sudah banyak diketahui, bahwa pohon kurma banyak tumbuh di daerah Timur Tengah yakni daerah yang cukup tandus, sehingga tidak mudah bagi kita untuk dapat membudidayakan pohon ini didaerah tropis seperti Indonesia, namun bukan tidak mungkin, hanya saja membutuhkan perawatan khusus untuk dapat menghidupkan pohon kurma di daerah kita.

Pohon kurma adalah dan merupakan tanaman jenis dioecious, yakni tanaman yang memiliki jantan dan juga betina, namun hidup secara terpisa. Tapi, mereka juga dapat tumbuh dengan mudahnya dari bakal biji, namun tidak banyak atau sekitar 50% saha tanaman betina yang di tanam secara pembibitan atau menggunakan biji tadi dapat berbuah serta menghasilkan buah yang secara kualitas rendah.

Sehingga saat ini, sebagian besar pohon kurma di budidayakan dengan cara stek pada tanaman, terutama pada bagian kultivar ‘Medjool’, karena dapat menghasilkan buah yang banyak saat panen, dan juga rasa buah yang manis serta besar. Tak hanya itu, tanaman yang tumbuh dari cara di stek tadi akan berbuah 2-3 tahun lebih awal dibandingkan tanaman yang menggunakan bibit atau bakal biji.

Di bulan puasa, kita biasa mengkonsumsi buah kurma, dan beraneka ragam jenisnya, ada yang kering, sedikit basah dan juga masih ada yang basah. Semua itu memiliki kandungan yang sama serta manfaat yang sama, hanya saja hal tersebut tergantung dari selera kita.

Baca Juga :

Manfaat Buah Kurma

Ragil Wahyu Kurniawan
Ragil Wahyu Kurniawan
Anak bontot dari empat bersaudara, lelaki kedua setelah Ayahanda di dalam keluarga. Dibesarkan didalam keluarga yang disiplin dengan ajaran penuh norma dan sopan santun.

Komentar Facebook