Mengenal Perbedaan Flashdisk dan Flashdrive Beserta Tips Merawatnya

Ketika ingin memindahkan dokumen dari laptop satu ke yang lain akan lebih mudah jika menggunakan sarana penyimpanan portable. Ada beberapa penyimpanan portable seperti flashdisk dan flashdrive. Namun terkadang pengguna masih bingung mengenai apa sih sebenarnya perbedaan flashdisk dan flashdrive? Adakah perbedaan diantara keduanya atau hanya sekedar perbedaan istilah saja? Jika ingin mengetahui lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini agar pengguna tidak merasa kebingungan lagi.

Perbedaan Flashdisk dan Flashdrive

Jika mendengar kata flashdisk pasti tidak asing lagi. Sarana penyimpanan portable ini sering kali digunakan untuk mengamankan file penting. Namun bagaimana dengan flashdrive? apakah sama antara flashdisk dan flashdrive? Perlu diketahui bahwa sebenarnya flashdisk dan flashdrive merujuk ke hal yang sama yaitu tempat penyimpanan portable yang mudah dibawa kemana-mana.

Bacaan Lainnya

Letak perbedaannya hanya pada penggunaan bahasanya saja, di Indonesia penyimpanan portable lebih dikenal dengan sebutan flashdisk sedangkan di luar negeri dikenal sebagai flashdrive. Sebelum ada flashdisk atau flashdrive orang-orang biasa menggunakan CD/DVD untuk mengamankan file. CD/DVD tidak hanya digunakan untuk keperluan musik saja, pada masanya benda ini juga digunakan untuk menyimpan file. Tetapi karena kapasitasnya yang sedikit dibanding flashdisk dan flashdrive akhirnya peran CD/DVD pun tergantikan.

Tips Merawat Flashdisk/Flashdrive

Flashdisk dan flashdrive memiliki peranan yang sangat penting, terlebih jika sudah banyak file penting di dalamnya. Oleh karena itu, pengguna harus mengetahui bagaimana tips untuk merawat penyimpanan portabel ini agar tidak cepat rusak, berikut penjelasannya.

1. Rajin Melakukan Scan Virus

Akibat keseringan colok dari laptop satu ke laptop yang lain membuat flashdisk atau flashdrive mudah terserang virus. Untuk meminimalisir penyebaran virus ke penyimpanan portable ini pengguna harus sering melakukan scanning virus.

Flashdisk yang bervirus akan membahayakan jika dicolok ke laptop karena virusnya akan ikut menyebar sehingga kinerja laptop bisa menurun. Jika ingin melakukan scanning virus atau pembersihan virus pada PC bisa menggunakan aplikasi antivirus.

2. Eject Setelah Digunakan

Jika telah selesai memindahkan file terkadang pengguna malas untuk meng-eject flashdisk atau flashdrive sehingga besar kemungkinan akan terjadi kerusakan pada penyimpanan portable ini. Oleh karena itu pengguna harus sering meng-eject flashdisk setiap kali selesai digunakan. Proses eject pada flashdisk akan meminimalisir kemungkinan terjadi corrupt pada data.

3. Simpan Pada Tempat Yang Aman

Setelah selesai menggunakan flashdisk atau flashdrive simpanlah ditempat yang aman. Hindari dari jangkauan sinar matahari langsung karena akan membuat penyimpanan portable cepat rusak.

Baca Juga : 5 Alasan Kenapa Tiktok Lemot dan Tips Mudah Mengatasinya

Menjauhkan dari alat elektronik seperti smartphone, kulkas, TV,  juga akan mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada penyimpanan portable ini. Selain itu, flashdisk atau flashdrive usahakan jangan sampai kontak langsung dengan air. Walaupun ada beberapa jenis flashdisk yang waterproof tetapi usahakan untuk menghindari hal tersebut.

4. Hindari Dari Benturan Keras

Banyak yang mengira tips ini merupakan hal yang sepele tetapi jika diabaikan akan membuat flashdisk atau flashdrive cepat rusak. Apabila flashdisk atau flashdrive terkena benturan akan mengakibatkan file didalamnya akan rusak.

Oleh karena itu, simpan flashdisk ditempat yang aman dan berhati-hatilah ketika menggunakannya. Jangan sampai flashdisk atau flashdrive terjatuh sehingga terjadi kerusakan pada file.

5. Tutup Port USB Saat Selesai Digunakan

Jika telah selesai menggunakan penyimpanan portable ini segera untuk menutup port USB nya agar terhindar dari debu.  Port USB yang kotor akan mengganggu konektivitas apabila dihubungkan pada laptop atau komputer.

Baca Juga : Cara Mempartisi Hardisk Windows 10 Tanpa Install Ulang

Flashdisk atau flashdrive yang dibeli biasa dilengkapi dengan penutup yang akan melindungi port USB. Apabila sudah tidak digunakan lagi segera tutup sehingga bagian dari dalam flashdisk dapat terhindar kotoran.

Jika sedang mencari penyimpanan portable yang digunakan untuk memindahkan file dari laptop satu ke laptop yang lain bisa menggunakan flashdisk. Tetapi kadang kala sarana portable disebut juga flashdrive. Lalu apa Perbedaan flashdisk dan flashdrive? Ulasan tadi memberi penjelasan mengenai perbedaan antara keduanya. Jadi pengguna tidak usah bingung lagi karena perbedaan antara flashdisk dan flashdrive hanya pada penggunaan istilah saja.

 

Pos terkait