5 Cara Menghitung Usia Kehamilan Bantu Cegah Risiko Kehamilannya

5 Cara Menghitung Usia Kehamilan Bantu Cegah Risiko Kehamilannya

Masih banyak orang tidak mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilan agar bisa didapatkan umur yang tepat. Dengan mendapatkan umur usianya, bukan hanya mengetahui umurnya, tapi juga bisa memperkirakan tanggal jatuh tempo atau waktu kelahiran. Dengan mengetahuinya tentu akan lebih mudah untuk mempersiapkan berbagai hal, seperti kamar bayi, biaya rumah sakit.

Jika mengetahui usia kandungan, seorang ibu juga bisa memantau perkembangan janin di dalam perutnya. Ibu hamil juga akan lebih mudah menjadwalkan waktu kontrol ke dokter kandungan seperti misalnya pada trimester. Dari sisi seorang dokter juga bisa memperkirakan faktor risiko yang mungkin terjadi ketika sedang mengandung atau bahkan setelah dilakukannya persalinan.

Bisa disimpulkan jika calon ibu sebaiknya mengetahui bagaimana caranya menghitung usia kehamilannya. Makin cepat usia kehamilan diketahui, seorang ibu bisa mempersiapkan banyak hal untuk menyambut kedatangan jabang bayinya. Ada beberapa hal yang mungkin dilakukan sebagai calon ibu untuk menghitungnya. Beberapa cara untuk menghitung kehamilan adalah seperti berikut:

Baca Juga : 6 Cara Memelihara Kesehatan Ginjal yang Paling Mudah

1. Menghitung Hari Pertama-Haid Terakhir (HPHT)

Apabila telah mengerti hari pertama haid terakhir, seorang ibu mampu melihat seberapa jauh usia kehamilannya, misalnya seperti berapa bulan atau harinya. Terkadang, tidak semua orang peka terhadap kapan periode terakhirnya, dalam kasusnya seorang dokter bisa saja langsung melakukan USG kepada pasiennya.

Tapi akan lebih baik lagi jika seorang ibu mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilannya sendiri. Pasalnya ketika melewati masa-masa kehamilan, akan ada banyak hal yang dirasakan oleh seorang calon ibu. Perhitungannya digunakan untuk melihat atau menentukan reaksi-reaksi apa saja yang mungkin terjadi dan dialami oleh wanita hamil.

Seperti diketahui bahwa hasil tanggal kelahiran yang didapatkan seringkali salah karena beberapa faktor tertentu. Maka, akan lebih baik jika melakukan perhitungan bersama secara manual atau menggunakan alat bantu modern lainnya untuk mendukung tingkat kemungkinan dari kebenarannya.

Ada baiknya, jika menggunakan perhitungan manual seperti melihat hari pertama haid terakhirnya, gunakan waktu hitungan per minggu. Hal ini tentunya akan jauh lebih mudah dimengerti jika menghitungnya menggunakan perhitungan mingguan. Selain itu, dokter juga menggunakan perhitungan mingguan seperti 37 atau 40 minggu.

2. Menggunakan Kalender Bulanan

Sebenarnya cara ini masih merupakan lanjutan dari perhitungan hari pertama dan terakhir haid. Untuk lebih memudahkan calon ibu agar mudah dimengerti juga, pembahasan dibagi menjadi dua. Kedua caranya adalah menggunakan kalender bulanan di mana perhitungannya juga menggunakan hitungan bulan.

Baca Juga : 7 Manfaat Buah Pare Bagi Kesehatan Yang Jarang Disadari

Ada dua rumus yang bisa digunakan, terutama bagi calon ibu dengan siklus periode teratur yakni 28 hari. Rumus tersebut disebut dengan Naegele’s rule atau aturan dari Naegele untuk menentukan hari perkiraan lahirnya.

Untuk cara menghitung usia kehamilannya, jika mengalami hari pertama haid terakhir pada bulan Januari hingga Maret harus di +9. Contohnya sendiri adalah, HPHT di bulan Februari tanggal 20 tahun 2021. Untuk menghitungnya, hanya cukup menambahkannya (bulan+9) (hari+7), jadi (2+9=11), (20+7=27). Dari situ akan diketahui bahwa perkiraan lahir adalah 27-11-2021.

Selanjutnya adalah jika hari pertama haid terakhir jatuh di bulan April hingga Desember, memiliki cara perhitungan berbeda. Menghitungnya adalah dengan menambahkan (tahun+1) (bulan-3), dan juga (hari+7). Sebagai contoh adalah, ketika HPHT terjadi di tanggal 21 Mei 2021, maka perhitungan yang tepat (2021+1=2022) (5-3=2) (20+7=27). Dari situ didapat hari perkiraannya adalah 27-02-2022.

3. Melakukan Perhitungan dengan Rumus 4 1/3

Ternyata, ada rumus lain yang bisa digunakan selain menggunakan aturan Naegele, yakni metode 4 1/3. Meskipun terlihat sulit karena berbentuk pecahan, tapi rumus satu ini dibilang cukup mudah untuk diterapkan. Memang, untuk rumus satu ini agak unik, berbeda dari rumus-rumus lainnya.

Rumus 4 1/3 juga masih memerlukan hari pertama haid terakhir, sepertinya HPHT ini adalah kunci dari semua rumusnya. Sampai di sini, mungkin calon ibu sudah mengerti seberapa penting mengetahui hari pertama haid terakhir. Hal ini karena nantinya digunakan di semua rumus perhitungan usia kehamilan seorang ibu.

Baca Juga : Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Rumusnya sendiri adalah, umur kehamilan= {(Tanggal hari ini – HPHT) x (4 ⅓)}, belum selesai, rumus harus dipecah dahulu. (Tanggal – tanggal), (bulan – bulan) lalu baru di kali 4 1/3. Tapi dengan catatan, yang akan dikali 4 1/3 hanyalah bulannya saja.

Contoh cara menghitung usia kehamilannya adalah apabila hari ini adalah tanggal 18 Agustus 2018 (18-08-2018), maka HPHT 16 Mei 2018 2018 (15-05-2018). Perhitungannya yaitu (18-16) (8-5) 4 1/3 yang dapat diperoleh 2 hari 3 bulan 4 1/3= (3×4) (3×1/4) atau berarti 12 minggu. Hasil akhir adalah usia kehamilan 12 minggu 2 hari, 12.2.

4. Mengukur Menggunakan Sistem Fundus Uteri

Mungkin nama fundus uteri masih cukup asing di telinga, tapi intinya ini merupakan ukuran centimeter dari tulang kemaluan ke rahim. Ini merupakan cara termudah untuk mengukur dan mengetahui usia kehamilan karena tidak perlu repot menghitung seperti cara lainnya.

Hasil pengukurannya sebenarnya juga tidak terlalu akurat, karena semua pengukuran yang dilakukan sifatnya hanyalah estimasi untuk berjaga-jaga. Dengan begitu, ibu tentu tidak perlu khawatir ada perbedaan ketika sedang mengukur menggunakan fundus uteri. Perkiraan ukuran dari bayi bisa saja turun satu pon atau lebih, dengan perbedaan satu hingga dua centimeter.

Untuk pengukurannya bisa menggunakan tali meter yang biasa digunakan oleh seorang ahli jahit atau penjahit agar lebih mudah. Ukur tinggi fundus uteri mulai dari jarak antara tulang pubis atau yang berada sedikit ke atas dari tempat tumbuhnya rambut kemaluan. Dari situ, tarik ke atas hingga sampai pada bagian atas rahim.

Ditekankan lagi jika cara menghitung usia kehamilannya ini hanyalah perkiraan di mana bisa menghasilkan ukuran terlalu kecil atau besar. Jika terlalu kecil, memiliki ukuran 3 cm lebih kecil daripada normalnya. Hal sebaliknya terjadi jika pengukuran terlalu besar maka hasilnya adalah lebih tinggi 3cm dari ukuran normalnya.

5. Memanfaatkan Perhitungan dengan USG

Seperti diketahui bahwa saat ini dunia sudah memiliki banyak teknologi yang berkembang, salah satunya adalah pada dunia kedokteran. Ada cara paling mudah yang bisa dilakukan agar tidak perlu repot dan mengukur ini itunya, yakni dengan pergi ke dokter kandungan.

Baca Juga : 5 Kegunaan Daun Sirsak Untuk Kesehatan Tubuh

USG sendiri sebenarnya bisa dilakukan secara non atau medis, hal ini tentu tergantung ibunya ingin memilih cara apa. Tapi, USG medis lebih sering digunakan untuk mendeteksi berbagai permasalahan yang terjadi ketika sedang kehamilan. Serta, banyak juga orang yang menggunakannya untuk melihat usia kehamilannya.

Sedangkan untuk jenis non medis, lebih sering digunakan guna melihat jenis kelamin dari si buah hati. Hal itu tentu biasa, karena seseorang yang hamil tentu penasaran dengan jenis kelamin anaknya. Namun, perlu diketahui jika penggunaan alat USG sangat tidak dianjurkan ketika tidak ada alasannya.

Ada baiknya untuk pergi ke dokter kehamilan apakah diperbolehkan untuk melakukan USG atau tidak. Dengan cara ini, dokter bisa melihat jelas ukuran, jenis kelamin, bentuk wajah, dan usia kehamilannya. Calon ibu pun tidak perlu repot menghitung, mengukur, dan menebak-nebak jenis kelamin si buah hati.

Usia kehamilan merupakan suatu hal yang harus segera diketahui, tidak boleh menunggu lama, karena mungkin saja ada akibat yang akan dialami. Tentu saja calon ibu perlu mengetahui cara menghitung usia kehamilannya sejak dini agar bisa mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut si buah hati. Hal ini dilakukan agar persalinan berjalan dengan lancar sesuai perkiraan.

Pos terkait