4 Cara Menghitung Masa Subur Wanita Untuk Meningkatkan Peluang Hamil

4 Cara Menghitung Masa Subur Wanita Untuk Meningkatkan Peluang Hamil

Masa subur merupakan waktu yang memiliki peluang paling tinggi terjadi pembuahan sel telur. Mengetahui masa subur sangat penting untuk pasangan yang berencana memiliki anak. Sebab melakukan hubungan seksual ketika masa subur mampu meningkatkan peluang kehamilan menjadi lebih besar. Terdapat 4 cara menghitung masa subur yang akan diulas dalam pembahasan berikut!

Menghitung Masa Subur Berdasarkan Siklus Menstruasi

Masa subur dapat dihitung berdasarkan analisis atau catatan siklus menstruasi selama 8 bulan terakhir. Siklus menstruasi pada wanita berbeda-beda, tetapi pada umumnya terjadi sekitar 21-35 hari. Waktu siklus menstruasi terhitung mulai menstruasi di hari pertama sampai satu hari sebelum hari pertama menstruasi selanjutnya.

Biasanya masa subur terjadi 12-16 hari sebelum waktu menstruasi selanjutnya. Hal ini berarti masa subur wanita berlangsung antara hari ke-10 sampai ke-17 sesudah hari pertama menstruasi sebelumnya. Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur dan tidak teratur. Penghitungan lebih lanjut adalah sebagai berikut:

Baca Juga : 6 Cara Memelihara Kesehatan Ginjal yang Paling Mudah

1. Siklus Menstruasi Teratur

Jika siklus menstruasi berlangsung secara teratur, maka cara menghitung masa subur dapat diketahui berdasarkan siklusnya. Siklus menstruasi yang teratur menurut beberapa ahli adalah 28 hari. Sehingga penghitungan masa subur dimulai dengan mengetahui pertengahan siklus menstruasi, yaitu hari ke-14. Masa subur terjadi saat 3 hari sebelum serta sesudah hari ke-14 tersebut.

Misalnya menstruasi hari pertama adalah 5 Januari, maka menstruasi berikutnya dengan siklus 28 hari adalah 2 Februari. Selanjutnya hitung mundur 14 hari dari menstruasi berikutnya, yaitu 2 Februari dikurangi 14 hari adalah 19 Januari. Masa subur berlangsung 3 hari sebelum dan sesudah 19 Januari, yaitu 16 Januari hingga 22 Januari.

2. Siklus Menstruasi Tidak Teratur (Oligomenore)

Siklus menstruasi tidak teratur dapat dihitung masa suburnya melalui jumlah hari selama satu siklus menstruasi dalam 6 bulan. Selain itu, minimal sekali lakukan 6 kali pencatatan siklus menstruasi. Masa subur bisa dihitung dengan cara menghitung siklus menstruasi terpanjang dikurangi 11 hari, sementara siklus menstruasi terpendek dikurang 18 hari.

Misalnya dalam 6 bulan terakhir siklus menstruasi terpendek adalah 30 hari, maka 30 hari dikurangi 18 hari adalah 12 hari. Sehingga jika menstruasi hari pertama adalah 5 Januari, maka 5 Januari ditambah 12 hari adalah tanggal 16 Januari. Sehingga tanggal 16 Januari tersebut merupakan awal masa subur.

Baca Juga : 7 Manfaat Buah Pare Bagi Kesehatan Yang Jarang Disadari

Menghitung Masa Subur Berdasarkan Sekresi Lendir Serviks

Selain berdasarkan siklus menstruasi, penghitungan masa subur juga bisa dilakukan dengan memeriksa sekresi lendir pada serviks (mulut rahim). Pemeriksaan dilakukan saat hormon estrogen mencapai puncak pada saat ovulasi sehingga lendir yang dihasilkan lebih encer ketika diraba dengan jari. Tingkat keakuratan cara menghitung masa subur ini berkisar antara 60% hingga 70%.

Adapun cara melakukannya bisa dengan meraba lendir serviks dengan jari. Selanjutnya rekatkan lendir tersebut lalu rentangkan hingga 2-3 cm menyerupai benang. Jika lendir tidak terputus saat direntangkan, maka berarti tubuh terhitung dalam kondisi subur. Sebaliknya, jika lendir serviks terputus maka tubuh terhitung tidak dalam kondisi subur. Terdapat empat hal yang harus diperhatikan saat memeriksa lendir serviks, yaitu sebagai berikut:

  • Setiap wanita memiliki jumlah dan kualitas lendir serviks yang berbeda.
  • Jumlah lendir serviks juga harus diperhatikan setiap kali terjadi perubahan tekstur pada lendir serviks.
  • Jika pemeriksaan lendir serviks sulit dilakukan dari luar, ini bisa diatasi dengan melakukan olahraga atau memeriksanya setelah buang air besar.
  • Senam kegel bisa membantu proses pengeluaran lendir serviks.

Menghitung Masa Subur Berdasarkan Suhu Tubuh

Suhu tubuh normal orang dewasa berada pada kisaran 36,1 hingga 37,2 derajat Celsius. Wanita yang mengalami ovulasi akan merasakan penurunan suhu tubuh, kemudian naik 0,5 hingga 1 derajat Celcius pada hari selanjutnya. Adapun pengukuran suhu tubuh untuk menghitung masa subur bisa dilakukan dengan mengukur suhu dubur dan suhu basal tubuh.

Baca Juga : 7 Manfaat Kenikir Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

1. Suhu Dubur

Pengukuran suhu dubur sebaiknya dilakukan saat bangun tidur pagi hari atau sebelum melakukan aktivitas lain. Caranya yaitu masukkan termometer ke dalam dubur selama 5-6 menit. Pastikan kaki rapat saat pengukuran suhu dubur dilakukan. Jika hasil pengukuran suhu melebihi suhu normal tubuh, maka kondisi tubuh terhitung sedang dalam masa subur.

Sebaiknya lakukan pengukuran suhu subur setiap hari selama tiga bulan agar hasilnya lebih akurat. Saat mengukur suhu dubur, hindari melakukannya saat kondisi tubuh sedang demam. Selain itu hindari mengukur suhu dalam ruangan berpendingin serta di dekat lampu yang panas. Hal tersebut dikarenakan dapat mempengaruhi keakuratan suhu dubur yang diukur.

2. Suhu Tubuh Basal

Suhu paling rendah tubuh saat tidur atau tidak melakukan aktivitas apapun merupakan suhu tubuh basal. Pengukuran suhu basal tubuh terbaik sebaiknya dilakukan pada saat bangun tidur di pagi hari. Setidaknya tubuh harus tidur selama 4 hingga 5 jam tanpa terbangun untuk bisa mengukur suhu basal tubuh.

Suhu tubuh basal yang normal adalah 35,5-36 derajat Celcius. Jika suhu yang diukur naik menjadi 36 hingga 37 derajat Celcius, maka itu berarti kondisi tubuh terhitung dalam masa subur. Masa subur juga bisa terhitung jika suhu tubuh turun kemudian meningkat 0,5 derajat Celcius keesokan harinya ketika bangun tidur.

Menghitung Masa Subur Menggunakan Alat

Jika kesulitan melakukan penghitungan masa subur dengan cara-cara sebelumnya, maka cara menghitung masa subur menggunakan alat dapat menjadi alternatif lain. Alat tersebut yaitu alat ovulasi dan melalui USG. Pembahasan lebih lanjut mengenai cara menggunakan alat untuk menghitung masa subur adalah sebagai berikut:

1. Alat Ovulasi

Alat ovulasi atau ovulation predictor kit dapat digunakan untuk menghitung masa subur wanita. Cara pemakaian alat ovulasi sama seperti menggunakan alat pendeteksi kehamilan, yaitu meneteskan urine pada alat ovulasi. Jika hasilnya terdeteksi dua garis, itu berarti tubuh terhitung dalam masa subur. Alat ovulasi terbukti akurat menghitung masa subur hingga 98%.

Baca Juga : 5 Manfaat Daun Meniran Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Alat ovulasi bisa ditemukan di berbagai apotik. Pemakaian alat ovulasi sebaiknya dilakukan ketika menstruasi selesai serta dilakukan pada urine pertama kali saat bangun tidur. Namun sayangnya alat ovulasi tidak bisa digunakan pada wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik karena dapat mempengaruhi hormon LH dalam urine.

2. USG

Penghitungan masa subur menggunakan ultrasonografi atau USG merupakan cara yang paling akurat. Hal ini dikarenakan USG dapat melihat perkembangan sel telur. Dari hasil pemeriksaan USG bisa dilihat keberadaan sel telur yang matang. Semakin besar ukuran sel telur, maka menandakan waktu ovulasi. Masa subur terhitung 2-5 hari sebelum waktu ovulasi tersebut.

Cara ini tepat untuk wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur. Pemeriksaan USG untuk menghitung masa subur sebaiknya dilakukan mulai hari ke-11 sejak menstruasi hari pertama. Namun cara ini biasanya tidak cukup dilakukan sekali. Jika sel telur matang belum terlihat maka perlu datang lagi untuk memeriksa di kemudian hari.

Itulah 4 cara menghitung masa subur wanita untuk meningkatkan peluang hamil. Ada banyak manfaat lain menghitung masa subur yaitu memperkirakan waktu ovulasi serta mengoptimalkan waktu berhubungan seksual yang tepat. Untuk itu, para perempuan, khususnya yang sudah menikah harus mengetahui hal ini.

Pos terkait