Hati-hati, Makanan Cepat Saji Berpotensi Timbulkan Kanker
Makanan Cepat Saji

Hati-hati, Makanan Cepat Saji Berpotensi Timbulkan Kanker

Selingkaran.com – Sudah banyak yang mengira, bahwa jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan-makanan cepat saji itu akan menimbulkan efek samping yang kurang baik bagi tubuh manusia, terlebih lagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang sering dan jumlah yang besar.

Ada sebuah penelitian terbaru yang diketahui jika memakan makanan cepat saji hanya dalam kurun waktu dua minggu saja, ini akan menimbulkan potensi kanker didalam tubuh manusia.

Hal ini sudah dibuktikan oleh tim peneliti dari University of Pittsburgh yang telah melibatkan 20 relawan dari Amerika dan juga 20 relawan lainnya dari pedalaman afrika.

Untuk melakukan penelitian, pola makan dari kedua kelompok ini lalu ditukar. Jadi, sukarelawan asal Amerika mendapatkan makanan yang rendah lemak dan juga tinggi serat seperti kacang-kacangan, dan sebalikny partisipan dari Afrika diminta memakan lebih banyak makanan cepat saji / Makanan cepat Saji seperti burger dan juga kentang goreng.

pertukaran pola makan tersebut dilangsungkan selama dua minggu. “”Meskipun hanya sebentar, dampaknya langsung terlihat,” ungkap ketua tim peneliti Dr Stephen O’Kefee seperti dikutip dari BBC, Kamis (30/4/2015).

Dan hasilnya terbukti, pemeriksaan kolonoskopi yang dilakukan terhadap partisipan sebelm dan sesudah percobaan yang dilakukan sangat jauh berbeda. Pada sebelumnya, peneliti mengungkapkan bahwa hampir separuh dari sukarelawan Amerika memiliki polip di sepanjang usus besarnya. Dan begitu sebaliknya, dari partisipan Afrika malah tidak ada satupun yang memiliki polip tersebut.

Lalu dua minggu kemudian, di usus besar partisipan dari Amerika sudah tak begitu terlihat adanya peradangan lagi, dan biomarker atau tanda biologis kanker pada ususnya berkurang secara drastis. Namun sebaliknya, kesehatan usus besar para partisipan dari Afrika malah memburuk, setelah dilakukan pemeriksaan kolonoskopinya yang ditemukan indikasi kanker yang signifikan, padahal hanya karena makan banyak daging dan keju dalam dua minggu.

Hasil analisis ini mengungkapkan bahwa perubahan pola makan tersebut mengakibatkan perubahan pula terhadap metabolisme pada bakteri yang tinggal didalam usus besar. Hal ini dilakukan demi beradaptasi terhadap pola makan yang baru.

“Pada kelompok Amerika, pola makan ala pedalaman Afrika ternyata mendorong produksi butyrate, yang memiliki efek anti kanker hingga 2,5 kali lebih banyak. Sebaliknya, western food mengurangi kuantitas zat tersebut hingga separuh,” simpul Dr O’Kefee.

Hal ini bisa kita simpulkan, bahwa makan makanan cepat saji dengan porsi banyak dalam artian sering, maka tubuh kita akan berpotensi menyimpan sebuah penyakit yang berbahaya, yakni kanker. Namun, jika anda memang ingin benar-benar mengkonsumsi, bukan berarti tidak boleh. Tetapi anda juga harus mengimbanginya dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti sayura yang kaya akan serat serta olahraga yang teratur untuk mejaga metabolisme tubuh kita.

Ragil Wahyu Kurniawan
Ragil Wahyu Kurniawan
Anak bontot dari empat bersaudara, lelaki kedua setelah Ayahanda di dalam keluarga. Dibesarkan didalam keluarga yang disiplin dengan ajaran penuh norma dan sopan santun.

Komentar Facebook