Cara Kerja Booster Rem, Fungsi dan Komponen-Komponennya

cara kerja booster rem
cara kerja booster rem

Rem merupakan komponen yang sangat penting dalam kendaraan. Ada banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh rem yang blong. Oleh karena itu, para pengendara hendaknya mengetahui bagaimana cara kerja sistem rem ini. Salah satu komponen yang ada dalam rem adalah booster rem. Nah, bagaimana kira-kira cara kerja booster rem ini pada kendaraan?

Booster dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai pemacu, pendorong, atau penyokong. Sebagaimana artinya, booster rem berfungsi untuk memacu penekanan pedal rem sehingga memperbesar daya pengereman. Jadi, booster rem dapat memperingan beban pengendara saat mengerem. Berikut adalah hal-hal tentang booster rem yang penting untuk diketahui pengendara:

Fungsi Booster Rem

Fungsi utama booster rem adalah untuk meningkatkan gaya dari injakan pedal rem. Jadi, para pengendara dapat menghasilkan gaya rem yang kuat untuk menghentikan kendaraannya tanpa mengeluarkan energi yang besar. Booster inilah yang membuat injakan pedal rem menjadi lebih ringan. Saat boster ini tidak bekerja seperti saat kendaraan mati, pengendara akan membutuhkan tenaga yang lebih besar.

Komponen Booster Rem

Untuk dapat bekerja dengan baik, booster rem didukung oleh berbagai komponen penyusun. Setidaknya terdapat 12 komponen penyusun booster rem dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah daftar komponen booster rem beserta fungsinya:

  • Operating rod sebagai penghubung pedal rem dan pushrod.
  • Air cleaner element untuk membersihkan udara agar tidak merusak komponen booster.
  • Control valve machine sebagai pengontrol tekanan udara yang masuk.
  • Pushrod sebagai penerus gaya injakan pedal ke piston master cylinder.
  • Diaphragm sebagai pembatas variable pressure chamber dan constant pressure chamber.
  • Body sebagai pelindung komponen booster.
  • Diaphragm spring untuk mengembalikan posisi push rod dan membrane booster.
  • Selang vacuum sebagai penghubung chamber dengan kevakuman.
  • Constant pressure chamber untuk menghubungkan kevakuman dengan selang vakum.
  • Variable pressure chamber sebagai fleksibel yang berubah ketika terjadi perbedaan tekanan.
  • Booster piston sebagai actuator.
  • Reaction mechanism untuk menghubungkan operating rod dan push rod.

Cara Kerja Booster Rem

Pada dasarnya, booster rem hanya akan bekerja saat kendaraan menyala. Jadi, saat kendaraan dalam keadaan mati, booster tidak bekerja dan rem akan terasa lebih berat. Namun meskipun begitu, cara kerja dari booster rem dibedakan dalam 2 keadaan. Berikut adalah penjelasannya:

1. Bekerja Secara Aktif Ketika Pengendara Menginjak Pedal Rem

Jika pedal rem diinjak pengendara, operating rod ikut terdorong dan menggerakkan control valve mechanism hingga menutup vacuum valve. Jika vacuum valve tertutup, air valve akan terbuka dan memisahkan variable pressure chamber dan constant pressure chamber. Akibat dari proses ini, constant pressure chamber dalam keadaan vakum, sedangkan variable pressure chamber akan meningkat tekanannya.

Kevakuman pada constant pressure chamber akan menarik diaphragm booster sehingga berlawanan dengan diaphragm spring. Pada sisi lain, reaction mechanism dan piston booster juga mendapatkan gaya dorong dari operating rod. Jadi, akan ada tiga gaya untuk mendorong double push rod yang menyebabkan pedal rem menjadi lebih ringan.

2. Pasif Ketika Pedal Bebas

Jika pedal gas tidak diinjak, cara kerja booster rem adalah pasif. Operating rod akan tetap diam karena tidak ada gaya yang mendorongnya. Air valve pada control valve mechanism menjadi tertutup namun vacuum valve terbuka. Vacum valve yang terbuka akan menyalurkan tekanan di constant pressure chamber dan variable pressure chamber. Kedua komponen tersebut akhirnya akan memiliki tekanan yang sama

Keseimbangan tekanan tersebut akan menyebabkan piston tetap pada posisinya. Diaphragm spring akan mendorong piston booster dan reaction mechanism ke arah kanan. Hal ini menyebabkan push rod turut terdorong ke kanan dan piston master cycling bebas dari tekanan. Piston master yang tidak mendapatkan tekanan membuat tidak akan ada tekanan hidrolisis untuk melakukan pengereman.

Demikianlah informasi singkat terkait fungsi, komponen, serta cara kerja booster rem. Secara garis besar, booster rem memanfaatkan gaya tekanan di pedal. Dibantu dengan komponen-komponen di dalamnya, tekanan tersebut akan diproses sehingga menghasilkan gaya yang lebih besar. Para pengendara pun hanya membutuhkan tenaga yang kecil untuk mengerem kendaraan.

 

Pos terkait