Inilah Informasi Lengkap Terkait Cara Daftar UMKM Terbaru 2022 yang Sangat Mudah

Inilah Informasi Lengkap Terkait Cara Daftar UMKM Terbaru 2022 yang Sangat Mudah

Bagaimana cara daftar UMKM dengan mudah? Sebelum mengetahui jawabannya, usaha yang lazim dengan sebutan UMKM merupakan usaha yang dijalankan secara mandiri oleh sebuah badan usaha berskala kecil, individu, atau rumah tangga. Karena skalanya yang kecil, maka UMKM dapat dilakukan oleh banyak orang dengan modal yang pas-pasan.

Agar UMKM yang sedang dijalankan tidak stagnan dan dapat naik kelas, maka pemilik usaha harus mendaftarkannya ke dinas koperasi dan UKM yang ada di daerahnya. Tidak hanya naik kelas, UMKM yang telah terdaftar secara resmi di dinas terkait, juga akan memiliki kemungkinan untuk mendapatkan modal tambahan dari pemerintah.

Untuk mendaftarkan usahanya, pelaku UMKM saat ini sudah tidak perlu lagi wara-wiri pergi ke dinas terkait karena pendaftaran bisa dilakukan dengan cara daring. Pendaftaran UMKM juga tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk mendapatkan informasi terkait cara daftar UMKM online dan informasi lainnya yang berkaitan dengan UMKM, yuk simak ulasan berikut!

Manfaat yang Akan Didapat Ketika UMKM Telah Terdaftar

Kenapa harus mendaftarkan UMKM ke dinas Koperasi dan UKM? UMKM yang terdaftar secara resmi akan mendapatkan berbagai manfaat yang menguntungkan. Manfaat yang akan didapatkan tidak hanya berasal dari pemerintah. Berikut merupakan manfaat mendaftarkan UMKM:

Baca Juga : Ingin Mendaftar E-Form BRI, Inilah Cara Daftar E-Form BRI Supaya Diterima

  • Pemilik usaha akan menerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM)
  • Mendapatkan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang dapat digunakan untuk kepentingan lain. Seperti misalnya pendirian lokasi usaha dan keikutsertaan dalam pameran-pameran usaha.
  • Memudahkan pengusaha dalam hal perizinan peredaran produk.

Bagaimana? Masih tidak ingin mendaftarkan UMKM ke dinas terkait secara resmi? Dengan mendapatkan fasilitas-fasilitas tersebut, dijamin UMKM akan semakin mengalami perkembangan yang baik. Pun juga waktu yang diperlukan pasti tidak selama sebelum UMKM tidak didaftarkan pada dinas koperasi dan UKM.

Apa Saja Jenis UMKM ?

Selanjutnya, Sebelum sampai pada tahapan cara daftar UMKM, ada baiknya mengetahui jenis-jenis usahanya. Jika mengetahui jenis-jenis usaha tersebut, pemilik usaha akan mendapatkan pencerahan. Berikut merupakan jenis-jenis UMKM:

1. Mikro

UMKM skala mikro merupakan usaha yang dikelola atau dijalankan oleh perorangan dan atau badan usaha produktif dan kriterianya terdapat di dalam UU UMKM. Sebuah UMKM dapat disebut dengan usaha mikro jika pendapatan yang diterimanya dalam satu tahun paling banyak adalah Rp 300 juta. Sedangkan untuk aset bisnisnya maksimal adalah Rp 50 juta.

Aset tersebut dihitung diluar aset bangunan dan tanah yang dimiliki oleh sang pengusaha. Kenapa harus dibedakan? Sebab dalam pengelolaan Usaha-usaha mikro yang sering dijumpai dalam keseharian di antaranya adalah tukang pangkas rambut, pedagang asongan, dan pedagang-pedagang kecil di pasar.

Baca Juga : Cara Menghapus Email di HP dengan Berbagai Sistem Operasi

2. Kecil

Jenis UMK yang kedua adalah usaha kecil, yakni usaha yang dimiliki oleh sebuah badan usaha dan bukan merupakan bagian dari sebuah perusahaan. Sebuah UMKM dapat dikatakan sebagai usaha kecil jika pendapatan bersih yang didapat setiap tahunnya berkisar antara 50 juta sampai dengan 500 juta. Beberapa contoh usaha kecil di antaranya adalah fotocopy dan katering.

3. Menengah

Jenis UMKM yang ketiga adalah usaha kelas menengah. Usaha menengah merupakan salah satu usaha yang dijalankan oleh sebuah badan usaha ataupun perorangan dan bukan merupakan bagian dari perusahaan. Sebuah UMKM dapat dikatakan sebagai usaha menengah jika pendapatan per tahunnya lebih dari 500 juta rupiah.

Sedang untuk omset penjualannya usaha menengah harus bisa mencapai angka 2,5 miliar sampai 50 miliar rupiah. Beberapa contoh UMKM menengah di antaranya adalah restoran besar, toko bangunan, dan pabrik roti skala rumahan.

Syarat Daftar UMKM

Untuk melakukan pendaftaran UMKM pemilik usaha harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang sebelumnya telah ditentukan oleh dinas bersangkutan. Berikut merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi:

  • Terdaftar sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) dibuktikan dengan kepemilikan NIK dan KTP.
  • Memiliki usaha mikro atau jenis UMKM lain.
  • Bukan merupakan pegawai kantor pemerintahan dan anggota POLRI atau TNI.
  • Melampirkan SKU (Surat Keterangan Usaha)

Baca Juga : Perhitungan Modal Usaha Frozen Food untuk Pebisnis Pemula

Bagaimana Cara Mendaftar UMKM dengan Mudah?

Cara daftar UMKM sebenarnya sangatlah mudah jika pemilik usaha mau memahami prosedur-prosedur yang telah diberikan oleh dinas terkait. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan prosedur pendaftaran UMKM secara online yang paling terbaru:

  • Pembuatan akun. Hal pertama yang harus dilakukan untuk dapat mendaftarkan UMKM ke dinas Koperasi dan UKM adalah dengan membuat akun melalui https://oss.go.id. Setelah masuk, carilah opsi “perizinan berusaha” dan tuntaskan dengan memilih pilihan “perseorangan”.
  • Lanjutkan dengan melakukan pendaftaran NIB. Untuk usaha mikro yang dioperasikan oleh perseorangan, maka pilihlah pilihan “Perseorangan Mikro”. Kalau untuk mendaftarkan UMKM dengan jenis usaha kecil, maka pilihlah pilihan “pendaftaran perseorangan kecil” .
  • Lakukan pengisian informasi terkait diri pada formulir yang tersedia. Lengkapi data diri pada formulir pendaftaran yang tersedia kemudian lanjutkan dengan klik opsi “simpan” kemudian klik opsi “lanjutkan”.
  • Lengkapi formulir data usaha. Lanjutkan dengan mengklik opsi “tambah usaha” serta lengkapi data-data yang diminta. Kalau sudah klik opsi “simpan” dan selanjutnya.
  • Tambahkan usaha. Langkah ini berlaku hanya untuk pemilik UMKM yang usahanya lebih dari satu. Klik opsi “tambah usaha”.
  • Kirimkan permohonan izin lokasi. Permohonan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengisikan formulir “Komitmen Prasarana Usaha” terlebih dahulu.
  • Lakukan Preview draft NIB. Setelah pengisian data NIB dan izin usaha selesai dilakukan, lihat rangkumannya dengan cara klik “preview draft NIB, dan izin-izin usaha lainnya” Aktifkan tanda centang pada kolom disclaimer dan klik opsi “proses NIB”

Cara Daftar Izin Operasional untuk UMKM

Sekadar informasi tambahan, pengecekan NIB dan izin-izin yang telah diajukan tadi dapat diunduh dalam bentuk QR. Pengunduhan tersebut bisa dilakukan dengan cara mengklik pilihan “preview izin usaha QR”. Jika sudah selesai melakukan prosedur pendaftaran di atas, pengusaha harus melanjutkan prosedur selanjutnya. Inilah cara daftar UMKM selanjutnya:

  • Klik opsi permohonan, IUMK, dan izin komersial atau operasional.
  • Pilihlah nama kegiatan usaha atau NIB dan klik opsi “pilih NIB”.
  • Teruskan dengan memilih daftar kegiatan yang diinginkan.
  • Kemudian pilih opsi “Izin komersial atau operasional” yang tampil pada formulir.
  • Lengkapi isian data yang diminta dan lanjutkan dengan melakukan penyimpanan.
  • Klik opsi “preview izin” untuk melakukan pemeriksaan data yang telah diisikan.

Baca Juga : Pahami Analisa Usaha Warung Penyetan Berikut Agar Dapat Merencanakan Bisnis dengan Lebih Baik

Setelah munculnya data ulasan terkait data perizinan komersial atau operasional, maka proses pendaftaran UMKM dapat dikatakan selesai. Setelah pendaftaran selesai dilakukan maka hal penting yang harus diperhatikan adalah keberlangsungan usaha yang telah didaftarkan. Jangan sampai usaha tersebut berhenti di tengah jalan karena ketidakkonsistenan yang terjadi pada proses pengembangan usaha.

Demikian informasi terkait cara daftar UMKM, alasan, serta jenis-jenis usaha UMKM yang ada di Indonesia. Melalui cara pendaftaran di atas diharapkan para pemilik UMKM tidak akan kebingungan lagi jika akan mendaftarkan usahanya ke instansi terkait. Pelaku UMKM juga tidak perlu bingung ketika akan mencairkan bantuan UMKM dari pemerintah.

Pos terkait